Rabu, 19 Agustus 2015

Mengajarkan Anak Tentang Uang

Mendidik anak soal uang harus sejak dini. Agar ia bisa mengatur keuangannya sendiri nanti. Selain itu membantu Anda agar tidak dipusingkan oleh rengekan si kecil yang selalu menuntut ini-itu.

Pelajaran 1: Jangan bayar anak buat pekerjaan rumah
Anak-anak tidak harus dibayar untuk tugas-tugas rutin seperti merapikan tempat tidur atau mencuci piring. Tugas itu harus merupakan kontribusi anak kepada rumah dan bagian dari pendidikan kemandirian anak. Tapi Anda bisa membayar mereka buat pekerjaan ekstra seperti mencuci mobil atau menyapu halaman depan. Tunjukkan nilai kerja keras. Uang harus diperoleh, tidak diharapkan.

Pelajaran 2: Terapkan sistem reward bukan uang
Anak-anak yang lebih kecil biasanya akan lebih tertarik dengan sistem token atau poin ketimbang uang. Anda bisa menerapkan pendidikan uang seperti sedang bermain game. Caranya beri ia token atau catat poin untuk setiap pekerjaan di sekitar rumah.Di akhir minggu mereka bisa menguangkan poinnya atau menukarnya dengan hadiah. Misalnya waktu ekstra satu jam buat bermain video games, komputer atau bahkan main video games di arcade centre seperti Time Zone. cek Pinterest untuk ide-ide grafik tugas. Untuk anak-anak tech savvy, download aplikasi tugas manajemen di mana Anda dapat menetapkan tugas-tugas dan melacak kemajuan.

Pelajaran 3: Menabung buat beli barang
Mainan jaman sekarang sangat beragam dan banyak yang harganya juga mahal. Nah, jika anak menginginkan sebuah mainan yang canggih dan harganya mahal, katakan padanya buat menabung uang jajannya, poinnya atau uang ekstra yang dia dapat dari mencuci mobil tiap minggu dengan mainan yang ia inginkan.


Pelajaran 4: Menjual barang bekas
Minta anak-anak untuk membersihkan kamar mereka dan mengumpulkan semua pakaian yang sudah kekecilan, mainan yang tidak diinginkan dan alat elektronik yang tak terpakai. Koran bekas juga boleh. Kemudian bawa mereka ke pembeli barang-barang bekas.

Pelajaran 5: Ajarkan sistem meminjam
Buat anak yang lebih besar, jangan takut untuk meminjamkan anak Anda jika ingin membeli sesuatu seperti tiket konser. Jangan lupa tentukan pola pembayarannya dan pastikan ia membayar sesuai dengan tanggal kesepakatan. Kenakan denda jika ia terlambat. Cara ini akan mengajarkan anak konsep meminjam dan kredit. Dengan begitu ia faham benar dengan kewajiban membayar tagihan tepat waktu dan konsukuensi jika tidak membayar.

Selasa, 18 Agustus 2015

Menanamkan Rasa Cinta Tanah Air sejak Dini

Oleh : Nurani Widaningsih


   Merdeka! 70 tahun sudah tanah air kita merdeka. Gegap gempita perayaan hari kemerdekaan sangat terasa di berbagai tempat. Tak lupa, Kami PicuPacu kreativitas! Indonesia juga turut memperingati momentum yang sangat istimewa bagi bangsa Indonesia. Adalah penting menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini terhadap anak-anak, karena cikal bakal dari penerus bangsa kelas di dua puluh atau tiga puluh tahun mendatang adalah para belia kita yang sekarang masih pra sekolah atau masih asyik bermain di playgroup. Berbagai kegiatan bisa dilakukan untuk menanamkan rasa cinta anak-anak kita terhadap tanah air Indonesia, terkhusus di momentum peringatan hari kemerdekaan RI yang ke-70 ini. Beberapa kegiatan yang dilakukan PicuPacu berkaitan dengan momen tersebut adalah sebagai berikut : 

   1. Apel pagi Khas PicuPacu 
       
   

   Kenapa khas PicuPacu? Karena ini suasana apel pagi bersama anak-anak kecil, yang tentu saja tidak menghilangkan khidmatnya kegiatan, tetapi tetap ada kekhasan anak-anak seperti bergerak dan bersuara. Meski demikian kakak-kakak guru tetap memberi tahu dan mencontohkan bagaimana seharusnya sikap ketika berbaris, memberi hormat bendera serta menyanyikan lagu. Terlihat antusiasme ananda saat menghormat bendera, menyanyikan lagu Indonesia Raya, menyanyikan lagu Hari Kemerdekaan serta saat mendengarkan pesan dari kakak pembina upacara. Pesan yang disampaikan kepada Ananda adalah bahwa para pahlawan adalah orang-orang yang berjasa memperjuangkan Indonesia merdeka. Para pahlawan juga mempunyai sifat pemberani, jujur, pantang menyerah, dan selalu menghormati orang lain. Dari kegiatan ini, diharapkan akan tertanam dalam jiwa ananda tentang semangat para pahlawan tersebut. Melalui lagu yang dinyanyikan, ananda diperkenalkan dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Anak-anak mungkin belum memahami betul apa makna sebenarnya dari syair lagu tersebut, maka pengetahuan yang didapatnya akan tersimpan didalam memori dan seiring tingkat tumbuh kembangnya, pemahaman akan syair lagu akan bertambah. Kegiatan menyanyikan lagu kebangsaan dan lagu nasional hendaknya menjadi kegiatan rutin dan tidak hanya pada saat momentum tertentu seperti hari kemerdekaan saja. Anak-anak Indonesia harus tahu dan hafal lagu kebangsaan dan lagu-lagu nasional. 

   2. Aneka Lomba ketangkasan Khas PicuPacu

   Apa yang khas disini? Kegiatan lomba yang diberikan kepada anak-anak memang seperti lomba yang biasa dilakukan, tetapi selalu penting mengedepankan unsur kreativitas, supaya anak-anak merasakan kegiatan yang berbeda dari kegiatan yang pernah mereka ikuti atau kegiatan yang biasanya. Beberapa kegiatan lomba yang diadakan di PicuPacu adalah :

   - Lomba Panjat Paralon 

   
Kalau yang biasa adalah panjat pinang, maka di PicuPacu ada panjat paralon, itu pun tentu dengan memperhatikan unsur keamanan, melalui tekstur paralon dan ketinggian yang sesuai dengan keamanan dan jangkauan anak. Dari kegiatan ini, diharapkan bisa menstimulasi ketangkasan motorik kasar, keseimbangan dan kecekatan dalam memanjat. Selain itu, untuk beberapa anak yang merasa takut atau malu-malu untuk memanjat, menjadi percaya diri dan berani mencoba untuk memanjat. Kakak-kakak pun menyediakan hadiah yang bisa diambil untuk semua anak-anak, sehingga semuanya mendapat apresiasi setelah sampai diatas, yaitu dengan boleh mengambil hadiah yang diinginkan. Hadiah tak perlu mahal, disini lebih diutamakan untuk mengapresiasi usaha anak sudah berusaha memanjat.

   - Lomba Makan Kerupuk sambil Menggambar
 
 Kalau biasanya lomba kerupuk itu berdiri, kita coba sambil duduk, karena anak-anak sudah mengenal konsep "makan dan minum harus sambil duduk". Selain makan kerupuk, disediakan kegiatan tantangannya adalah dengan menggambar. Kegiatan ini dilakukan untuk menstimulasi ketangkasan, konsentrasi, kecepatan dan keseimbangan berpikir dan berkarya. Tak lupa sebelum makan kerupuk, ananda diajak untuk mengucapkan "basmallah" bersama-sama.

   - Lomba Memindahkan Bola Pingpong Memakai sendok
  
 Tak sekadar membawa bola pingpong memakai sendok, tapi ada tantangan lainnya yaitu sambil memegang kaleng. Kegiatan ini memberikan stimulasi koordinasi tangan dan kaki, keseimbangan gerak, kecekatan, konsentrasi dan motorik.

  - Lomba Meniti Kaleng sambil Memegang Kohkol
  Memanfaatkan kaleng bekas sebagai titian, lomba ini berguna untuk, menstimulasi keseimbangan motorik, konsentrasi dan kecepatan. Membawa kohkol juga merupakan tantangan tersendiri, karena menambah tingkat kesulitan ketika melalui kaleng titian.

  - Lomba Menangkap Ayam
 
Kegiatan yang tak kalah seru adalah menangkap ayam, anak-anak sangat antusias menangkap ayam-ayam yang lincah berlarian. Kegiatan ini selain melatih kemampuan konsentrasi dan kecepatan, juga melatih ketekunan dan kesabaran ketika anak berusaha menangkap ayam yang lincah berlarian. Perlu keberanian juga dalam lomba menangkap ini.

  

   - Lomba Menangkap Ikan
  
Tadinya mau lomba menangkap belut, tapi karena di semua pasar tidak ada, akhirnya yang ada lomba menangkap ikan. Kegiatan ini tak kalah seru dengan menangkap ayam. Anak-anak sangat antusias berusaha menangkap ikan yang licin dan lincah. Kegiatan ini selain melatih kemampuan kosentrasi, kecepatan, juga menstimulasi anak untuk berani memegang tekstur, biasanya ada anak-anak yang jijik atau takut dengan tekstur licin dan agak lengket, tetapi melalui kegiatan lomba ini, keberanian anak bisa muncul karena dikemas dalam bentuk lomba permainan.

  3. Apresiasi "Aku Hebat"


  
Mengakhiri serangkaian kegiatan perayaan hari kemerdekaan di PicuPacu, semua anak diberikan apresiasi medali "Aku Hebat". Medali tersebut adalah karya mereka sendiri dan diberikan untuk mengapresiasi semangat semua anak. Pemberian medali tersebut, diharapkan bisa menambah percaya diri anak karena diapresiasi keberaniannya berlomba dan semoga memicu dan memacu semangat anak-anak untuk terus mau berkegiatan baik bentuk lomba atau bentuk lainnya.

 Rasa cinta terhadap tanah air tidak akan tumbuh dengan serta merta atau instan, melainkan melalui proses yang panjang. Usia dini adalah usia yang sangat penting untuk memberikan atau menanamkan nilai-nilai kebaikan. Karena, semua rangkaian yang mereka alami akan menjadi total past learning history yang menyenangkan dan bermakna untuk mencintai tanah airnya, tanah air Indonesia.


Foto selengkapnya klik link dibawah ini :
TK : klik
PG : (belum tersedia)