Senin, 04 April 2016

Pentingnya menggunakan helm saat berkendara sepeda motor

   
  
     Apakah anda ketika sedang mengendarai sepeda motor selalu menggunakan helm atau tidak ? Mungkin sebagian dari kita ada yang enggan menggunakan helm. Beberapa alasan mengapa tidak mau menggunakan helm karena kurang nyaman saat berkendara dan merasa ribet. Perlu diketahui bahwa aturan pemerintah mewajibkan setiap pengendara motor untuk menggunakan helm berstandard SNI. 

Mengapa kita harus menggunakan helm ? Sebagian besar dari kita tidak mengerti kegunaan helm saat berkendara. Di artikel ini akan saya bahas untuk sobat semua manfaat menggunakan helm dan pemakaiannya yang benar. Yuk kita simak sama-sama. 

Manfaat menggunakan helm sepeda motor SNI saat berkendara 

1. Melindungi kepala saat kecelakaan. Kita tidak pernah tau semenit kedepan apa yang terjadi pada kita. Saat berkendara sepeda motor kita lebih beresiko mengalami kecelakaan

2. Menjaga dari debu dan polusi saat berkendara di jalan raya terutama di daerah yang tanahnya berdebu akan sangat mengganggu konsentrasi berkendara. 

3. Menjaga pandangan mata tetap nyaman, yaitu menghindari dari terjadinya iritasinya mata. 

(Renita Novianti/PicuPacu Kreativitas) 

Memahami dan Melindungi Anak dari Bahaya Kecanduan Games


 

Ada yang menarik dari seminar kali ini, karena sang pembicara bukan seorang psikolog atau praktisi pendidikan anak. Narasumber yang bernama lengkap Muhamad Nur Awaludin,S.Kom. atau biasa dipanggil Kak Mumu ini adalah mantan game dan pornografi addict yang kemudian telah keluar dari kecanduaannya dan mulai berprestasi. 

Apakah ayah bunda salah satu orang tua yang menjadikan teknologi sebagai alat untuk “menenangkan” anak? Apakah aman mengenalkan anak pada teknologi, seperti game dalam ponsel atau PC?. Berdasarkan riset, anak Indonesia bermain game rata-rata lebih dari 15 jam dalam satu minggu, dan hal ini sudah dikategorikan adiksi game.

Berdasarkan pengalaman narasumber, saat kelas 2-3 SD kak Mumu adalah anak yang berprestasi, namun setelah kedua orangtuanya sibuk dan jarang sekali ada di rumah, dia menjadi anak yang kesepian dan mulai mencari kesibukan. Saat kelas 4 SD, beliau mulai mengenal game, game yang dimainkan adalah game ringan yang aman untuk anak-anak. Kecintaannya pada game semakin tinggi, saat SMP kak Mumu mulai berani mencuri dan berbohong supaya tetap bisa bermain game. Bahkan jenis game semakin variatif, tidak lagi tentang balapan mobil, namun mulai terpapar konten pornografi berupa gambar-gambar dalam game. Menginjak usia SMA, kak Mumu sudah mulai addict pada game dan pornografi. Semakin berani mencuri, berbohong dan berjudi untuk mendapatkan uang supaya tetap bisa bermain game. Karena kecanduannya, kak Mumu putus sekolah selama 2 tahun, tidak mau melanjutkan kuliah karena mulai mampu menghasilkan uang dari game online (semacam berjudi). Semakin kecanduan pada game dan pornografi, menjadi introvert dan tidak mau bergaul dengan siapapun bahkan dengan keluarganya. Sampai akhirnya beliau menemukan titik balik untuk berhenti dari kejanduannya, disaat ibunya meninggal dunia.

Tidak perlu semua orang menunggu orang terkasih meninggal untuk berhenti dari kecanduan game, kan?

Cara Memilih Game untuk Anak :
  
1. Carilah games yang sesuai dengan usia anak
2. Cek rating di depan box game yang menyatakan:
      - Kepantasan usia   
   - Penjelasan yang mengindikasikan elemen-elemen dalam games yang    menyebabkan rating tersebut diberlakukan. Berikut ini contoh rating USA :
There is always hope....
Tahukah ayah bunda bahwa saat ini ada aplikasi yang dapat di download secara gratis di android, aplikasi yang dapat memblok situs, blok aplikasi dan games yang sesuai untuk anak, serta dapat membatasi waktu anak bermain, yaitu fitur Kakatu yang dibuat oleh narasumber. Untuk informasi lebih, dapat d akses di www.kakatu.web.id
Semoga informasi ini dapat bermanfaat. (Dewi Setiawati/PicuPacu Krea tivitas)
“Teknologi adalah penunjang masa depan dan dibuat untuk membantu memecahkan masalah setiap orang, Tetapi pengasuhan orang tua tetap tidak dapat dipindah tangankan terhadap canggihnya teknologi”